PENGARUH PEMBERIAN NIPAGIN TERHADAP PERKEMBANGAN PENGGEREK BATANG TEBU BERGARIS (Chilo sacchariphagus)
DOI:
https://doi.org/10.33379/radikula.v1i1.1212Abstract
Indonesia memiliki perkebunan tebu baik yang dikelola oleh negara ataupun swasta. Namun, kebutuhan gula belum mampu terpenuhi sepenuhnya dikarenakan beberapa faktor. Salah satunya serangga hama yang menyerang budidaya tebu. Ada beberapa serangga hama yang menyerang pada tanaman tebu, salah satunya penggerek batang bergaris (Chilo sacchariphagus). Ada beberapa parasitoid yang menjadi musuh alami Penggerek batang tebu bergaris (C. sacchariphagus). Salah satunya, Apantheles flavipes (Cotesia flavipes) (Hymenoptera : Braconidae). Agensia hayati perlu dikembangakan diindonesia , mengingat tingginya keanekaragaman parasitoid yang ada. ). Pembuatan media buatan untuk perkembang biakan (C. sacchariphagus) dilaboratorium dapat menjadi alternatif saat (C. sacchariphagus) dilapangan tidak ada. Parasitoid membutuhkan inang untuk melangsungkan hidupnya. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemberian dosis nipagin yang tepat pada media biakan untuk perkembangan hama penggerek batang bergaris C. sacchariphagus. Persentase mortalitas tertinggi (88.5a%) terdapat pada perlakuan N0 dan terendah (13.0%) pada perlakuan N4 dan N3 dengan pemberian nipagin 1,7 gr dan pemberian nipagin 1,8 gr. Bobot mutlak tertinggi pemberian nipagin pada media yaitu ((144.30gr) terdapat pada perlakuan N4 (1,7gr), sedangkan bobot larva yang terendah N0 (13.49) pada perlakuan N0.
Keyword: nipagin, C. sacchariphagus, tebu
References
Berliana, 2000. Pengaruh Penambahan Metyl Paraben dan Lama Penyimpanan Terhadap Mutu Daging buah sirsak (Anona muricata L.). Skripsi. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Capinera, J. L. 2009. Life Cycle of Diatraea saccharalis (Fabricius) (Insecta: Lepidoptera: Pyralidae). http://entomology.ifas.ufl.edu. Diakses 1 Desember 2014.
Chairunnisa, C. 2005. Pengelolaan Hama Tebu di Wilayah Kerja Pabrik Gula kebon Agung, Kabupaten
Malang-Jawa Timur, Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Hal 3. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/32041/2/Reference.pdf. Diakses 4 desember 2014.
David, H. 1986, The Internode Borer, Chilo sacchariphagus Bojer (Kapur), Breeding Institute, Coimbatore,
pp. 121-134. http://repository.usu. ac.id/bitstream/123456789/42239/4/ Chapter%20II.pdf. Diakes 1 Desember 2014.
Deptan, 2013. Informasi Ringkas Komoditas Perkebunan. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. Jakarta Selatan.
Juliadi, D. 2009. Hama Tebu. http://juliadidendi.wordpress.com. Diakses tanggal 1 Desember 2014.
Kuswurj, Risvan. (2008). Proses Pemurnian Nira.URL : http://www. Risvankuswurj.com. Diakses 24
Februari 2015.
Mangoendihardjo, S. 1999. Hama Tanaman Keras, UGM Press, Yogyakarta
Nesbitt, B.F, Beevor, P.S, Hall, D.R, Lester, R., dan Williams, J.R. 1980. A Components of the Sex
Pheromone of the Female Sugar Cane Borer, Chilo sacchariphagus (Bojer) (Lepidoptera: Pyralidae).
Identification and Field Trials. J. Chem. Ecol 6:385-394. PERDA PROVINSI JAWA TIMUR, 2012). Peningkatan Rendemen Dan Hablur Tanaman Tebu.
http://webcache.goo gleusercontent. com/search ?q=cache: 3f4WkffJaeQJ:xa .yimg.com/kq/gro
ups/15720795/ 61676 2247/name/perda+&cd=5&hl=id&ct=clnk. Diakses 24 Februari 2015.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Nurhajijah Nurhajijah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















